BPJS, Penyebab Defisit 15,5 Triliun

BPJS, Penyebab Defisit 15,5 Triliun. Dalam artikel saya sebelumnya yang berjudul BPJS, Dibalik Defisit 15,5 Triliun, didalamnya berisi terkait proses kenaikan BPJS, pembatalan oleh MA, juga terkait nominal kenaikan BPJS.
BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan

Artikel ini akan membahas tentang penyebab defisit anggaran BPJS yang mencapai 15,5 triliun rupiah, sesuatu yang mungkin banyak dari kita yang belum mengetahuinya, dan hanya membuat kita berfikir panjang tanpa mengetahui penyebabnya. Sebuah nominal yang sangat banyak yang harus ditanggung oleh setiap masyarakat Indonesia, baik yang sehat ataupun sakit, baik yang kaya ataupun miskin, semuanya terdampak akan kenaikan tarif BPJS tersebut.

Penyebab Defisit Anggaran 15,5 Triliun:

1. Terdapat tunggakan iuran BPJS pada Februari 2020 sebesar 12,3 triliun

Masyarakat kurang mampu
Masyarakat kurang mampu

Pada bulan Februari saja tunggakan dari iuran BPJS mencapai 12,3 triliun, yaitu pada iuran BPJS tingkat ke-1 terdapat 3,5 juta orang yang menunggak, pada iuran BPJS tingkat ke-2 terdapat 5,5 juta orang yang menunggak, dan pada tingkat ke-3 terdapat 21 juta orang yang menunggak. Jadi keseluruhan total terdapat 30 juta orang yang telah menunggak untuk pembayaran pada bulan februari.

Maka upaya kenaikan BPJS bukanlah sesuatu yang bisa memperbaiki defisit anggaran BPJS, melainkan akan menjadi permasalahan baru yang akan muncul, pasalnya dengan kenaikan BPJS akan membuat masyarakat akan lebih banyak yang tidak bisa membayar dan akan memilih untuk menunggak dan tidak meneruskan iuran BPJS nya.

2. Pajak Rokok yang Menunggak sebesar 5,9 Triliun Rupiah

Rokok
Pajak Rokok yang Menunggak

Instrumen hukum tentang pajak rokok adalah Perpres No.62 Th.2018 tentang jaminan kesehatan, yang menyatakan bahwasanya pemerintah daerah harus menyetorkan 3/4 dari 50% pajak rokok yang diberikan ke daerah.

Jadi bisa kita ketahui bersama bahwasanya apabila pemerintah bisa memaksimalkan keduanya, yang apabila kita jumlah totalnya adalah 18,2 triliun rupiah, maka seluruh defisit dari anggaran BPJS bisa tertutupi dan bahkan pemerintah akan mendapatkan untung sebesar 3 triliun rupiah. 
LihatTutupKomentar