Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

AKU ANGIN DALAM KATA

Gambar
Angin bertanya padaku. Siapakah kamu? Aku menjawab dengan cumbu. Aku adalah jiwamu. Diriku tetap berjalan mantab. Nan, tidak memiliki tempat menetap. Berjalan tanpa tujuan. Berhembus tanpa mengendus. Berbicara tanpa kata. Berlari tanpa kaki. Aku tidak menggerayangi. Seperti yang dikatakan banyak penyair saat berpuisi. Aku tidak membelai lembut. Seperti rangkulanmu pada kekasih lewat mulut. Aku tidak melenakkan. Seperti nafsu kalian tanpa pengaruh setan. Aku tidak terikat waktu. Aku bebas menemuimu. Aku seperti angin dalam kata. Antara ada dan tiada. M. Irham Wildana Murtafiudin   penulis buku ' Beri Kami yang Terbaik' & Founder Komunitas MADANI

SAMPAH MAK IJAH

Gambar
Di pagi buta kau dengan sigap mengais harta. Datang ke halaman luas untuk membersihkanya yang bak alas. Kau tak peduli rasa dingin yang menggerayangi. Kau tak peduli tatapan sipit orang-orang yang iri. Iri melihatmu bangun pagi. Iri melihat ketangkasanmu dalam berlari. Iri dengan pekerjaan sederhana yang membuat keluargamu selalu bahagia. Kau tak pernah mengeluh dalam rapuh. Kau tak pernah menangis dalam dunia yang bengis. Kau tak pernah menyesal dengan kerasnya hidup yang menjejal. Biarpun kau tak berpendidikan, tapi kau berjuang agar anakmu mengenyam pendidikan. Biarpun kau bodoh, tapi kau berharap agar anakmu bisa menghilangkan kebodohan. Mak Ijah… Setiap hari kau selalu bergelut dengan sampah. Bahkan sampahmu lebih berharga daripada mereka yang hanya bergaya. Bergaya dengan harta orang tua. Bergaya dengan jabatan dari teman sesama. Mereka tak tahu, ada Kartini sepertimu yang memperjuangkan hidup anak-anakmu. -Suatu Subuh di Tulungagung- M. Irham Wildan

COKLAT PANASMU

Gambar
Coklat panas kauseduh dengan segenap penghayatan. Bibir mungilmu mulai bercumbu dengan gelas kehormatan. Satu persatu cumbuan itu membuatku cemburu. Sebab kau lebih menyukai gelas cumbuanmu daripada aku. Hampir saja aku memperkosa coklat panasmu. Saat pikiranmu sedang terbuai kenikmatan, syahdu. Kau membuka matamu hingga aku terjerembab malu Ah, kacaulah aku.. Kau bertanya ada apa? Aku menjawab dengan rasa. Kau bertanya mengapa? Aku memoles dan menyimpanya dalam dada. Kau bertanya kapan? Sejak bertemu denganmulah aku mulai menuhankan harapan. M. Irham Wildana Murtafiudin   penulis buku ' Beri Kami yang Terbaik' & Founder Komunitas MADANI

Bantahan kepada Sulkhan Zuhdi Terhadap Tuduhan Kepada Marvin Harris

Gambar
Bantahan kepada Sulkhan Zuhdi Terhadap Tuduhan Kepada Marvin Harris: memakai teori Cultural-Materalism bukanlah dosa! Bermalam-malam kami berdiskusi tentang mistisisme dan kebudayaan lokal. Hal yang tak saya terima dari kelas-kelas administrasi publik. Yang hanya diisi oleh rasan-rasan kebijakan dan gaya teknokrasi paling modern. Entah itu perubahan paradigma administrasi yang bercerai dengan politik bahkan pelayanan berbasis daring. Meskipun bab tersebut tidak saya jumpai di daerah-daerah(baca: desa). Perbedaan gaya kepemimpinan maupun semangat para teknokrat yang berbeda apabila dibandingkan dengan daerah asal saya, yang segala pelayanan publik semudah menjentikkan jari. Seorang teman diskusi berasal dari kota pesisir laut Jawa. Sebuah ekosistem yang cocok bercokolnya tradisi mistisisme. Dan Ia sendiri tengah mempelajari mistisisme Nyi Roro Kidul, yang konon menjadi simbol keperkasaan perempuan. Barangkali Nyi Roro Kidul memang sulit ditaklukan tetapi perlahan namun pasti t

POKDARWIS DAN EKOSISTEM BUDAYA

Gambar
Pengalaman mengunjungi desa baru dan berbincang dengan masyarakatnya selalu menjadi hal baru yang menyenangkan. Obrolan baru, pembahasan menarik, sekaligus bertambah karib baru. Beberapa hari lalu, saya ikut kegiatan Larung sembonyo di pantai Kedung Tumpang. Rencananya saya dan teman-teman mampir dulu di rumah sahabat kami, dek Risti Maimun. Namun, karena masih baru pertama kali kesana kami kok ndilalah udah sampai aja di depan portal masuk pantai, gagal rencana buat masuk gratis. Jalan menuju lokasi pantai menurut kami kok baik. Jalan cor yang kami lewati cukup mulus sambil menikmati pemandangan pantai-pantai yang nampak berjejer di bawah. Sesampainya di lokasi, kami masih clingak-clinguk mencari posisi nyaman menunggu dimulainya prosesi Larung sesaji. Kami duduk-duduk di pojok salah satu warung. Kok kebetulan di depan saya ada mas-mas pakai udheng yang sejak tadi kok gelagatnya seperti orang kenal. Telusur punya cerita, saya menyapa mas-mas yang kemudian saya ketah

RESAH

Gambar
Aku duduk di salah satu warung pojok kota, mencari apakah masih ada secuil kalimat untuk mengungkapkan keadaan bangsa. Mungkin sepele, namun aku selalu menggali kenapa dan kenapa hingga jawaban itu muncul percuma. Resah Yah, percuma. Sebab, aku tidak bisa melakukan apa-apa setelah menemukan jawabannya. Aku mau bergerak kakiku dijegal begitu saja. Aku mau terbang sayapku dipatahkan begitu beringasnya. Aku mau mendaki tanganku diborgol kanan-kiri. Kemudian kau datang dengan mata sembab. Berusaha tersenyum meski hatimu terjerembab. Kau melambaikan tangan padaku sambil menyapa "hai", lalu duduk dan bercerita panjang. Wahai Bangsaku Aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja. Aku tahu pemerintahmu sedang berleha-leha meskipun presiden sudah memarahinya. Aku tahu masyarakatmu juga menderita dan aku tahu para orangtua bingung mencari penghidupan untuk keluarganya. Mau menuntutpun kepada siapa? Bukankah semua telinga sudah penuh jejal kebosanan semata! Mau mengadu juga ke

REFLEKSI MUSKOHCAB TULUNGAGUNG 2020

Gambar
MUSLIMAH DAN TANTANGANNYA  Kohati Cabang Tulungagung Catatan ini merupakan lanjutan komentar saya atas tema Musyawarah Kohati Cabang Tulungagung tempo hari. Dengan mengusung jargon "Muslimah Intelegensia", Kohati Tulungagung seakan mengajak kita berpikir soal bagaimana sebenarnya sosok Muslimah ideal itu? Apa ciri-cirinya? Lalu, bagaimana cara mencapainya? Sebelum lebih jauh, saya sekedar menunjukkan fakta permukaan bahwa jumlah mahasiswa di IAIN Tulungagung didominasi oleh perempuan. Hal ini menandakan bahwa sepuluh sampai duapuluh tahun ke depan, berbagai ruang strategis di wilayah Tulungagung dan sekitar akan banyak diisi muslimah karena merekalah kaum terdidik yang akan mengalami lonjakan secara kuantitas. Namun, mirisnya atmosfer yang terbentuk, mengutip senior saya Lina Linsa Azizah, menempatkan perempuan sebagai sasaran utama laku konsumtif atau konsumerisme. Mudah sekali mengambil contoh, misalnya lebih banyak konsumsi dihabiskan untuk membeli beraneka r

KAPITALISME, Dan Ciri-Ciri Negara Kapitalis

Gambar
Kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi dalam sebuah kelompok atau negara yang dilakukan dengan kebebasan penuh, sehingga bisa dengan cepat meraih keuntungan. Biasanya hal ini dilakukan dalam bidang perdagangan, industri, dan lain sebagainya.  Pengertian Kapitalisme menurut ahli: 1. Karl Max Karl Max Nama lain dari Kapitalisme adalah Marxisme, dan Karl Max adalah salah satu dari tokoh Marxisme atau Kapitalisme itu sendiri. Menurut Karl Max pengertian Kapitalisme yaitu sebuah sistem Sosio-ekonomi yang dibangun agar bisa memaksimalkan hasil produksi. Yaitu dengan menyetarakan semua buruh dan agar bisa menguasai seluruhnya. Karl Max sendiri membaginya menjadi dua, yaitu Kaum Kapitalis yaitu Kaum Borjuis, dan juga Kaum Buruh. 2. Max Weber Max Weber Menurut Max Weber Kapitalisme yaitu sebuah proses untuk menyejahterakan rakyat, yaitu membuat masyarakat lebih disiplin, lebih hemat. Karena dia mengarahkan sistem Kapitalis kepada kaum Protestan pada saat itu. Etik