AKU ANGIN DALAM KATA

Angin dalam kata

Angin bertanya padaku.
Siapakah kamu?
Aku menjawab dengan cumbu.
Aku adalah jiwamu.

Diriku tetap berjalan mantab.
Nan, tidak memiliki tempat menetap.

Berjalan tanpa tujuan.
Berhembus tanpa mengendus.
Berbicara tanpa kata.
Berlari tanpa kaki.

Aku tidak menggerayangi.
Seperti yang dikatakan banyak penyair saat berpuisi.
Aku tidak membelai lembut.
Seperti rangkulanmu pada kekasih lewat mulut.
Aku tidak melenakkan.
Seperti nafsu kalian tanpa pengaruh setan.

Aku tidak terikat waktu.
Aku bebas menemuimu.
Aku seperti angin dalam kata.
Antara ada dan tiada.

M. Irham Wildana Murtafiudin penulis buku ' Beri Kami yang Terbaik' & Founder Komunitas MADANI
LihatTutupKomentar