COKLAT PANASMU

Coklat panas

Coklat panas kauseduh dengan segenap penghayatan.
Bibir mungilmu mulai bercumbu dengan gelas kehormatan.
Satu persatu cumbuan itu membuatku cemburu.
Sebab kau lebih menyukai gelas cumbuanmu daripada aku.

Hampir saja aku memperkosa coklat panasmu.
Saat pikiranmu sedang terbuai kenikmatan, syahdu.
Kau membuka matamu hingga aku terjerembab malu
Ah, kacaulah aku..

Kau bertanya ada apa?
Aku menjawab dengan rasa.
Kau bertanya mengapa?
Aku memoles dan menyimpanya dalam dada.
Kau bertanya kapan?
Sejak bertemu denganmulah aku mulai menuhankan harapan.


M. Irham Wildana Murtafiudin penulis buku ' Beri Kami yang Terbaik' & Founder Komunitas MADANI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Perlu #MosiTidakPercaya buat KPUM FUAD?

RESAH

Indonesia Belum Terbiasa Membaca