SAMPAH MAK IJAH

SAMPAH MAK IJAH

Di pagi buta kau dengan sigap mengais harta.
Datang ke halaman luas untuk membersihkanya yang bak alas.
Kau tak peduli rasa dingin yang menggerayangi.
Kau tak peduli tatapan sipit orang-orang yang iri.

Iri melihatmu bangun pagi.
Iri melihat ketangkasanmu dalam berlari.
Iri dengan pekerjaan sederhana yang membuat keluargamu selalu bahagia.

Kau tak pernah mengeluh dalam rapuh.
Kau tak pernah menangis dalam dunia yang bengis.
Kau tak pernah menyesal dengan kerasnya hidup yang menjejal.

Biarpun kau tak berpendidikan, tapi kau berjuang agar anakmu mengenyam pendidikan.
Biarpun kau bodoh, tapi kau berharap agar anakmu bisa menghilangkan kebodohan.

Mak Ijah…
Setiap hari kau selalu bergelut dengan sampah.
Bahkan sampahmu lebih berharga daripada mereka yang hanya bergaya.
Bergaya dengan harta orang tua.
Bergaya dengan jabatan dari teman sesama.
Mereka tak tahu, ada Kartini sepertimu yang memperjuangkan hidup anak-anakmu.

-Suatu Subuh di Tulungagung-


M. Irham Wildana Murtafiudin penulis buku ' Beri Kami yang Terbaik' & Founder Komunitas MADANI
LihatTutupKomentar