Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Matinya Sekulerisme Dan Kebebasan Beragama

Gambar
  Matinya Sekulerisme dan Kebebasan Beragama Oleh Sulkhan Zuhdi Di Jawa, masjid-masjid tumbuh subur bak jamur di musim penghujan. Ramalan teoritikus sekuler soal berkurangnya peran institusi keagamaan seakan hancur lebur tidak berbekas. Senjakala agama tidak kunjung datang, malahan paham sekulerisme secara formal dihabisisi lewat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No.7/Kongres Nasional VII/MUI/11/2005 tentang Pluralisme, Liberalisme, dan Sekularisme Agama. Ungkapan ini tentu bukannya tanpa dasar. Tidak hanya agama, di Indonesia setelah kejatuhan pemerintahan Soeharto, ortodoksi keagamaan menguat. Dampaknya tentu saja pemingggiran ‘suara-suara lain’, meminjam istilah yang dipakai Hairus Salim dalam pengantar edisi terjemahan bahasa Indonesia buku Mark R. Woodward, Islam Jawa: Kesalehan Normatif Versus Kebatinan (2004). Pengingkaran akan keberadaan hak yang liyan nyata-nyata berdampak besar. Hilangnya diskursus akademik terkait kekompok-kelompok yang dulu sering diolok sebagai aba

Apa Perlu #MosiTidakPercaya buat KPUM FUAD?

Gambar
Apa Perlu #MosiTidakPercaya buat KPUM FUAD? Oleh Anma Muniri KPUM Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah sebagai penyelenggara Pesta FUAD menjadi representasi dari demokrasi mahasiswa di IAIN Tulungagung. Jargon Suara Mahasiswa Suara Esa menjadi platform yang penuh dengan makna filosofis.  Ditambah KPUM mampu membuat inovasi pemilihan raya daring di tengah pandemi. Hal nyleneh pernah dialami KPUM yaitu sebelum penetapan calon Ketua HMJ maupun DEMA. Mengumumkan peraturan Kampanye yang kontroversial padahal paslon belum diumumkan. Peraturan juga dibuat tanpa berlandaskan Ketetapan dasar hukum dari KPUM. Hanya dibuat dengan rasionalisasi tanpa ada ketetapan khusus yang merujuk pada pasal-pasal yang termaktub dalam konstitusi. Kalau hanya termaktub pada peraturan yang berlandaskan rasionalisasi tentunya akan menimbulkan pertanyakan pula. KPUM tidak punya acuan yang konkrit, bahkan kalau rasionalisasi peraturan akan mudah silih berganti. Peraturan akan berubah-ubah sesuai ketetapan rasionalisa

Indonesia Belum Terbiasa Membaca

Gambar
 Indonesia Belum Terbiasa Membaca      Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan seseorang. Selain sebagai pemuas dahaga pengetahuan setiap individu, pendidikan juga sebagai pendorong indeks pembangunan manusia suatu negara. Pendidikan yang efektif akan menciptakan  sumber daya manusia berkualitas dan dapat bersaing di kancah internasional.      Sayangnya, pendidikan belum berlangsung dengan baik di Indonesia karena banyaknya faktor yang menghalangi, seperti anggapan tidak pentingnya pendidikan, mahalnya biaya untuk mengenyam bangku sekolah, tingginya angka kemalasan, saran belum memadai untuk daerah tertinggal, dan lain sebagainya. Jika hal ini tidak diatasi dengan cara yang efektif, maka akan terus menambah beban negara terutama pada ketertinggalan dalam bidang pengetahuan dengan negara lain.     Di era globalisasi, pendidikian terbagi menjadi pendidikan formal, non-formal dan informal, dimana satu dengan yang lainnya saling mendukung. Banyak contoh pendidikan